Sulbar Express

Lebih Cerdar Lebih Bijak

Kementerian Pertanian Lepas Ekspor Produk Olahan Sawit Ke Tiongkok

5 Maret 2019 21:31 WITA.

PASANGKAYU, SULBAR EXPRESS – Kementerian Pertanian melalui karantina Mamuju melepas ekspor Refined Bleached Deodorized (RBD) merupakan produk olahan sawit yang biasa digunakan sebagai margarin, shortening, sabun dan lilin.

Adapun ekspor RDB Palm Olein sebanyak 8.000 MT ke Tiongkok. Produk ekspor senilai 90 milyar rupiah milik PT. Tanjung Sarana Lestari ini menjadi salah satu produk ekspor unggulan dari Provinsi Sulawesi Barat.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Drh.Akhmad Alfaraby mengatakan pelepasan kegiatan ekspor ini merupakan langkah konkrit dari Kementerian Pertanian untuk mendorong peningkatan eksporkomoditas pertanian dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para petani sawit khususnya didaerah Kabupaten Pasangkayu dan Provinsi Sulawesi Barat pada umumnya.

“Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian di Tahun 2018, total ekspor prodak pertanian yang melalui Karatina Pertanian Mamuju berhasil menyumbang  56 Milyar Rupiah dari 499,37 Triliun Rupiah pendapatan Negara terhadap ekspor Komoditas pertanian,” kata Drh.Akhmad.

Ia menambahkan prodak ini merupakan hasil proses dari Crude Palm Olein (CPO) yang melalui proses pemurnian.

“Selain China, dalam kurun waktu 2 bulan terakhir melalui Pelabuhan Laut Belang-Belang telah di ekspor cangkang sawit senilai 8,4 Milyar rupiah dengan tujuan Negara Jepang, tambah Drh, Akhmad Alfaraby, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju,” tambahnya.

Drh.Akhmad juga menyampaikan Sulbar masih menyimpan banyak potensi komoditas unggulan. Tidak hanya dalam skala industri, namun ada potensi ekspor untuk skala kecil yang tercatat di Tahun 2018 masing-masing pengeluaran kambing potong sebanyak 27.340 ekor dan sarang Burung Walet sebanyak 275,6 kg.

“Ini yang akan terus kami dukung untuk digali dan dikembangkan bersama dengan instansi terbaik baik di pusat maupun di daerah,” ungkap Drh.Akhmad.

Sementara itu, lanjut Drh.Akhmad hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan pertanian yang telah di canangkan menteri Pertanian,  Andi Amran Sulaiman yakni menjadikan indonesia sebagai lumbung pangan dunia Tahun 2045.

“Maka percepatan layanan ekspor berupa digitalisasi layanan, layanan prioritas dan inlain inspection yang  akan terus ditingkatkan,” tandasnya.(hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *