Sulbar Express

Lebih Cerdar Lebih Bijak

Puluhan Anak Putus Sekolah, Babinsa Mengajar Baca Tulis

23 Januari 2019 17:53 WITA.

POLEWALI, SULBAREXPRESS.COM – Puluhan anak pedalaman di Dusun Bombang Desa Patambanua, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar terpaksa putus sekolah karena tidak adanya tenaga pengajar di dusun yang terletak di wilayah pegunungan ini.

Melihat kondisi tersebut anggota TNI yang bertugas sebagai Babinsa Koramil 1402-02/Wonomulyo Kopral Satu (Koptu) Kaharuddin rutin menyempatkan diri mengajar anak-anak setiap kali berkunjung ke wilayah binaannya.

Sekira 40 orang anak dari 50 kepala keluarga di dusun ini sudah buta huruf tidak tahu baca tulis karena sejak lima tahun terakhir sudah tidak ada aktifitas belajar mengajar di sekolah tersebut , di Dusun ini ada dua ruangan kelas beralaskan tanah tanpa meja dan kursi dan bahkan sejak lima tahun lalu para guru sudah tak muncul lagi sehingga anak anak di dusun ini tidak bersekolah.

“Anak-anak di dusun ini tidak ada yang sekolah, kegiatan mereka yang sudah berumur 12 tahun keatas sudah ikut kerja diladang bersama orang tua mereka,” kata Kaharuddin.

Ia menambahkan setiap kali ke wilayah Dusun Bombang ini ia hanya mendapati anak-anak yang masih kecil, karena yang besar sudah berangkat bersama orang tuanya bekerja di kebun.

“Karena lokasinya cukup jauh dan kondisi jalan kurang bagus saya terpaksa menempuh perjalanan tiga sampai empat jam perjalanan baru bisa tiba di dusun ini menggunakan sepeda motor,” tambahnya.

Kaharuddin juga menuturkan bahwa Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Dedi Setia Arianto selalu menyampaikan tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. Namun, pengabdian TNI bukan hanya dalam bentuk operasi militer saja, tetapi sebagai aparat teritorial harus mampu menjadi guru, mengajar kepada masyarakat terutama di daerah pelosok.

“Tujuan kami yaitu supaya anak – anak di Dusun Bombang ini bisa mendapatkan pendidikan layaknya anak-anak sekolah ditempat lain. Walaupun fasilitas dan tenaga pengajar tidak ada,” pungkas Kaharuddin.

Sementara itu, Kepala Dusun Bombang Masril membenarkan bahwa sekira 40 orang anak–anak di Desanya tidak tahu baca tulis karena tidak pernah menempuh pendidikan.

“Dulu pernah ada guru yang datang mengajar terkadang 2 kali sebulan dan sejak 5 tahun terakhir gurunya sudah tidak pernah datang,” Jelasnya.

Selain itu, lanjut Masril saat ini hanya pembina desa yang peduli mengajar anak-anak baca tulis yang belum berangkat ke ladang, karena anak-anak yang lain masih pagi-pagi sudah berangkat bekerja membantu orang tuanya ke ladang dan kembali sore hari.

“Warga juga juga tidak ada yang punya kemampuan untuk mengajar karena rata-rata orang tua disini tidak sekolah juga bahkan tidak tahu baca tulis serta tidak bisa berbahasa indonesia,” tandasnya.(ali/hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *