Sulbar Express

Lebih Cerdar Lebih Bijak

Sulbar Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang

22 Januari 2019 15:31 WITA.
Pemprov Sulbar bersama perusahaan Jambi Energy Nusantara dan Sahbandar Pelabuhan Belang-Belang saat pengiriman perdana cangkang sawit di Pelabuhan Belang-belang Mamuju, Senin 21 Januari 2019.

SULBAREXPRESS.COM, MAMUJU – Sulbar melakukan pengiriman perdana cangkang sawit ke negara Jepang sebanyak 8.500 metrik ton (M/T) melalui pelabuhan Belang-belang, Mamuju, Senin 21 Januari.

Dalam ekspor cangkang sawit Pemprov Sulbar bekerjasama dengan perusahaan Jambi Energy Nusantara yang diangkut sendiri kapal dari Jepang.

Sekprov Sulbar Muh Idris DP mengatakan meskipun ekspor cangkang sawit merupakan pertama kali, namun Sulbar akan terus berbenah agar bisa mendapatkan manfaat dari aktivitas ekspor.

“Dengan ekspor perdana itu diharapkan berkepanjangan, sehingga dapat dilirik dari negara lain seperti Korea dan Cina,” kata Idris.

Ia menambahkan ekspor cangkang sawit tersebut akan dijadikan bahan bakar disejumalah negara dan bisa menjadi peluang yang besar untuk menjadikan ini menjadi komoditas ekspor yang handal.

“Mudah-mudahan ini bukan yang terakhir. Harus kerja sama dengan perusahaan untuk memastikan ini berkelanjutan,” tambahnya.

Kepala Sahbandar Pelabuhan Belang-Belang Kapten Kristina Anthon mengungkapkan secara administrasi melalui jalur pelabuhan Belang-belang ekspor Cangkang Sawit sudah memenuhi persayaratan.

“Sudah memenuhi standar dan layak, jauh sebelumnya kita sudah melakukan koordinasi dengan semua pihak yang ikut terlibat melakukan pelepasan hari ini (kemarin, red),” ucap Kristina.

Kristina juga menyampaikan dalam ekspor cangkang sawit harus under cross. Sehingga sebelum diberangkatkan diperiksa terlebih dahulu oleh pihak Karantina Mamuju.

“Kalau pelayaran kapalnya kita sudah melakukan koordinasi dengan semua pihak. Jadi tidak singgah-singgah lagi langsung ke Jepang,” ungkap Kristina.

Selain itu, lanjut Kristina, untuk aspek hukum pelayaran kapal yang mengangkut cangkang sawit ke Jepang sudah dilindungi hukum internasional. Sehingga tidak ada lagi penyetopan sepanjang perjalanan di laut.

“Mudah-mudahan di sana tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan dan bisa sampai ke Jepang,” harap Kristina.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas II Mamuju Ahmad Alfaraby menuturkan dari segi kesehatan cangkang sawit dua hari sebelum melakukan ekspor pihaknya sudah melakukan fumigasi. Yakni pemeriksaan kualitas komoditas cangkang sawit atau pelesapan bahan kimia terhadap cangkang sawit.

“Itu untuk menghindari yang namanya serangga. Dan memastikan agar terhindar dari penyakit. Produksi kita juga tidak bisa diterima kalau tidak terjamin bebas dari hama seperti hama gudang,” tandasnya. (hab/sol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *