Sulbar Express

Lebih Cerdar Lebih Bijak

Sanderaan Abu Sayyaf, Samsul Saguni Pulang Kampung

21 Januari 2019 17:40 WITA.
TIBA. Bupati Majene Fahmi Massiara, Samsul Saguni bersama Kapolsek Sendana AKP Achmad Syarif Tola saat tiba di Desa Lalattedong Kecamatan Sendana, Minggu 20 Januari 2019.

SULBAREXPRESS.COM, MAJENE – Drama pembebasan Samsul Saguni, nelayan asal Majene yang diduga disekap kelompok Abu Sayyaf pada 11 September 2018 lalu, berakhir sudah.

Samsul Saguni diculik di perairan Pulau Gaya Semporna Sabah, pada 11 September 2018 lalu. Ia diduga disandera kelompok kriminal bersenjata di pulau Sulu Filipina Selatan selama 4 bulan 4 hari, kini dibebaskan dari penyanderaan.

Sebelumnya Sawal dan Saparudin yang diculik pada November 2016 lalu dan dibebaskan pada September 2017. Selain itu juga ada Usman Yunus yang diculik September 2018 dan dibebaskan Desember 2018.

Pembebasan ini melibatkan proses yang sangat sulit dan berbahaya. Namun, Pemerintah berkewajiban melakukan pembebasan demi melindungi nyawa WNI-nya.

Wakil Bupati Majene Lukman Nurman menjelaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar, tidak lagi mengizinkan warganya untuk bekerja sebagai nelayan di Sabah Malaysia.

“Sebagai alternatif, kita mendorong pengembangan industri penangkapan ikan laut di daerah kita ini, supaya tidak lagi kembali bekerja di Sabah Malaysia. Kami bersama Pemprov Sulbar membeli kapal dan mempekerjakan para nelayan eks Sabah ini, termasuk Saparudin yang bebas tahun 2017. Insya Allah Samsul juga akan bekerja disitu,” ujarnya.

Dikatakan, pembebasan kasus penyanderaan WNI asal Majene, sejak pertama kalinya pada 2016 selalu bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).”Samsul Saguni sudah tiba di Majene dan berkumpul bersama keluarganya,” kata Lukman didampingi Kapolsek Sendana AKP Achmad Syarif Tola serta Kades Lalattedong Ridwan Maruseng, Minggu 20 Januari.

Lukman menceritakan, bahwa pembebasan penyanderaan beberapa WNI dari kelompok bersenjata termasuk Samsul Saguni dilakukan Kemlu.”Pada Jumat 18 Januari 2019, Kemlu memulangkan dan menyerahterimakan Samsul Saguni dari penyanderaan kelompok bersenjata yang diduga terafiliasi Abu Sayyaf di Filipina Selatan pada 15 Januari 2019,” terangnya.

Kata Lukman, serah terima Samsul Saguni dilakukan Wakil Menteri Luar Negeri, A.M. Fachir disaksikan Duta Besar RI untuk Filipina Sonny Sarundajang langsung kepada keluarga Samsul Saguni.

“Kita sangat bersyukur, hal ini agar diekspresikan sebaik mungkin. Apalagi masih ada 2 orang yang disandera dan sampai saat ini belum dibebaskan,” ujarnya.

Pantauan, antusias warga Dusun Tosalama Desa Lalattedong Kecaatan Sendana, menyambut kedatangan Samsul Saguni dengan menabuhkan rebana dibawa pengamanan pihak Kepolisian dan TNI.

Sementara itu, Kades Lalattedong Ridwan Maruseng menyampaikan, rasa syukur dan ucapan terima kasih atas segala upaya yang dilakukan semua pihak.

“Saya sangat bersyukur dan berterimah kasih kepada semua pihak. Terkhusus kepada Kementerian Luar Negeri yang telah berupaya melakukan pembebasan. Tentu saja juga karena berkat doa kita semua kepada Allah SWT yang mengabulkannya,” pungkasnya.(hfd/smd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *