Sulbar Express

Lebih Cerdar Lebih Bijak

Relasi Jalani TOT

21 Januari 2019 17:44 WITA.
TOT. Sebanyak 55 orang relasi Pemilu menjalani Training of Trainer (TOT), di aula Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Majene.

SULBAREXPRESS.COM, MAJENE – Sedikitnya 55 orang petugas relawan demokrasi (Relasi) yang dinyatakan lulus seleksi yang akan bertugas pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, kini menjalani Training of Trainer (TOT), di aula Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Majene.

Kegiatan tersebut berlangsung dua hari, mulai Sabtu 19 hingga 20 Januari, untuk memberikan pendidikan politik pada masyarakat sesuai segmen atau basisnya.

“Ada beberapa materi TOT ini, diantaranya, demokrasi dan pemilu, partisipasi, tahapan pemilu, kode etik relasi, komunikasi publik, penggunaan media dan metode sosialisasi lainnya,” kata Zulkarnain Hasanuddin selaku pemateri TOT juga Koordinator Divisi Sosialisasi, Parmas, SDM KPU Majene, Sabtu 19 Januari.

Ia menjelaskan, pentingnya pemilu bagi negara demokrasi, diharapkan relasi serta peran masyarakat dalam kesuksesan pemilu dengan melakukan pemetaan sebagai upaya partisipasi pemilih, baik secara kualitas maupun meningkat secara kuantitas.

“Relasi ini, nantinya bertugas mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi saat Pemilu 2019, terkhusus mengajak warga menyampaikan haknya mencoblos sesuai pilihannya,” tuturnya.

Dikatakan, relasi yang berjumlah 55 orang dibagi 10 segmen dalam menyosialisasikan tentang tata cara mencoblos dan lain sebagainya terkait pemilu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019.

“Dari 10 segmen ini, yakni pemilih keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, pemilih penyandang disabilitas, pemilih berkebutuhan khusus, pemilih marjinal, komunitas, keagamaan dan warga internet (warganet),” urainya.

Menurutnya, relasi yang dibentuk KPU Majene, dapat meningkatkan jumlah partisipasi masyarakat pada pemilu 2019.”Setelah TOT ini, para relasi ditempatkan di setiap kecamatan tersebar ke 62 desa dan kelurahan sebagai pelopor demokrasi bagi komunitas atau segmennya, selama tiga bulan,” sebut Zulkarnain.

Ia berharap, kepada masyarakat wajib pilih memiliki kesadaran untuk ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2019.”Masyarakat harus menyalurkan hak pilihnya sebagai warga negara yang baik, demi kemajuan pembangunan di daerah ini,” tandasnya.(hfd/smd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *