Sulbar Express

Lebih Cerdar Lebih Bijak

Daurah Tahfidz Alquran, Perbaiki Generasi dengan Mendekatkan diri Kepada Alquran

27 Desember 2018 20:38 WITA.
SAMBUTAN. Direktur Muhammadiyah Boarding School Attanwir Mamuju Wahyun Mawardi menyampaikan sambutan pada Wisuda Daurah Tahfidz Quran, Rabu 26 Desember 2018.

“Satu-satunya cara untuk memperbaiki generasi adalah mendekatkan mereka denga Alquran”.

KALIMAT itu disampaikan oleh Direktur Muhammadiyah Boarding School Attanwir Mamuju Wahyun Mawardi saat menyampaikan amanah pada Wisuda Angkatan I Daurah Tahfidz Quran, Rabu 28 Desember 2018.

Alquran satu-satunya mukjizat dari Allah Subhana Wataala yang sampai saat ini bisa dijadikan sebagai lahan beramal. Berbeda dengan mukjizat nabi sebelumnya hanya bersifat sementara atau berlaku dizamannya. Namun Alquran sampai saat ini tetap dipergunakan umat manusia khususnya umat Islam hingga akhir zaman dan akan menjadi penolong di akhirat.

Jika seorang muslim, kata Wahyun, merasakan dalam hidupnya tidak tenang maka hendaklah ia dekat dekat Alquran. Dalam artian membaca, memahami makna darinya serta mengamalkann isi kandungannya.

Daurah Tahfiz Quran ini mampu mencapai target yakni peserta menghafal 1 juz selama proses. Namun tidak semua peserta sukses sampai 1 juz. Rinciannya ada yang menghafal 1 juz lebih, kurang dari 1 juz dan ada pula yang hanya setengah juz atau kurang dari itu.

“Jangan anggap hari ini adalah hasil, tetapi anggaplah sebagai sebuah langkah awal untuk melanjutkan hafalan yang lebih banyak dikesempatan yang akan datang,” kata Muhafidz Daurah Thahfidz Ustaz Tugiman.

Dijelaskan pula bahwa bagi orang tua jangan buru-buru menyimpulkan kemampuan anak dari hasil kegiatan ini. Sebab ini barulah langkah awal untuk melatih anak dalam proses tahfiz Quran. Masih banyak langkah atau proses yang bisa ditempuh untuk memasimalkan kemampuan anak menghafal Alquran.

Dalam sambutannya, Ustaz Tugiman membeberkan faktor utama agar seorang anak mudah menghafal.

“Bagi orang tua hendaknya memperhatikan serta memastikan nafkah yang diberikan kepada anak-anaknya itu halal. Sebab jika nafkahnya tidak halal atau sumbernya tidak halal diberikan kepada anak, maka yakin ia akan mengalami kesusahan dalam menghafal kitab yang suci ini,” jelasnya.

Daurah ini dilaksanakan sejak 16 hingga 26 Desember 2018 yang di pusatkan di MBS Attanwir Mamuju dan diikuti sebanyak 24 orang peserta tingkat SD sampai SMA sederajat.

Hingga acara wisuda hanya dua orang peserta yang tidak mampu melanjutkan daurah. MBS adalah nama lain untuk Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah. Kegiatan ini juga dimaksud agar memberikan kesempatan kepada siswa supaya menggunakan waktu liburan untuk hal yang positif.

Salah seorang peserta menyampaikan saat testimoni diacara wisuda tersebut mengatakan awalnya gugup dan kaku. namun setelah mengikuti beberapa hari akhirnya bisa menyesuaikan dan lebih bersemangat lagi mengikuti hingga kegiatan ini selesai.

Sementara itu ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju Hasbullah Quraisy berharap kegiatan positif ini bisa terus dilanjutkan dimasa yang akan datang.

“Angkatan pertama ini menolak sejumlah pendaftar sebab kuota sudah terpenuhi. Oleh karenanya untuk daurah tahfidz selanjutnya mereka menjadi prioritas sebagai peserta,” kata Hasbullah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *