Sulbar Express

Lebih Cerdar Lebih Bijak

Pengurus BUMDes Sulai Dirombak

3 Desember 2018 17:38 WITA.
Abdullah

MAJENE, SULBAR EXPRESS.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Sulai Kecamatan Malunda, menggelar musyawarah bersama para tokoh masyarakat, di aula Kantor Desa Sulai, akhir pekan.

Pertemuan ini untuk merombak kepengurusan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Sulai yang sudah didirikan sejak 2012 lalu.

“Pendirian BUMDes untuk menunjang ekonomi masyarakat Desa Sulai. Namun selama ini tidak berjalan secara maksimal karena belum ada regulasi sehingga semua unit kerja yang sudah dibentuk, menjadi vakum melakukan aktifitas secara baik,” terang Abdullah Kades Sulai.

Ia menjelaskan, perombakan pengurus BUMDes karena terdapat beberapa aparat Desa Sulai masuk dalam kepengurusan ini.”Semua kekurangan pengurus, kita gantikan masyarakat yang memiliki visi dan jiwa ekonomi, sesuai penyampaian Ombudsman Sulbar ketika ada pemeriksaan BUMDes,” paparnya.

Abdullah mengungkapkan, dalam hasil musyawarah, masyarakat hanya merubah struktur pengurus dan tidak merubah nama BUMDes. Dalam kepengurusan baru sudah disepakati beberapa unit kerja yang terbentuk, seperti Usaha UKM, unit pariwisata, peternakan, pertanian, perkebunan dan perdagangan.

“BUMDes yang bernama Salulang ini, sudah diberi modal usaha Rp50 juta para 2013 lalu. Dan 2019 kita akan berikan tambahan modal usaha untuk untuk mengembangkan potensi obyek wisata, demi pertumbuhan ekonomi masyarakat kedepan,” katanya.

Dikatakan, apabila BUMDes Salulang mampu mengelolah beberapa obyek wisata seperti Pantai Batu Lotong serta obyek wisata lainnya.”Ini semua kita lakukan untuk peningkatan ekonomi masyarakat juga melalui PAD desa,” ungkapnya.

Untuk memehuhi harapan itu lanjutnya, pemdes sebagai donatur akan memberikan tambahan modal usaha untuk anggaran 2019.”Penambahan anggaran agar dapat lebih berkembang, apalagi ditunjang dengan kepengurusan baru, dapat menjadi failot proyek BUMDes di Majene kedepan,” harapnya.

Turut hadir pada musyawarah, para ketua kelompok, anggota BPD Sulai, unsur kepemudaan, tokoh Agama dan Toko perempuan serta sejumlah warga setempat. (hfd/smd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *