Sulbar Express

Lebih Cerdar Lebih Bijak

Polemik Seleksi Sekda Mamasa, AMM Gelar Aksi, Dukung Putera Daerah

28 November 2018 17:09 WITA.

MAMASA, SULBAR EXPRESS.COM – Puluhan pemuda dan masyarakat tergabung dalam Aliansi Masyarakat Mamasa (AMM) menggelar aksi unjuk rasa menyikapi seleksi pengisian jabatan sekretaris daerah (sekda) Mamasa, di gedung DPRD Mamasa, Selasa 27 November.

Aksi yang dipromotori Kepala Bagian Humas dan Protokol Ernesto Randa serta Asisten 1 Sekretarit Daerah Kabupaten Mamasa, Labora Tandipuang ini, menuntut agar tim seleksi mempertimbangkan calon sekda yang paham kultur di Mamasa.

Dengan begitu pihak demonstran menyatakan sikap mendukung apabila yang menjadi sekda Mamasa adalah putera daerah asli Mamasa yang juga merupakan kader gereja.

“Kami menyatakan sikap, mendukung penuh kader gereja yang kapabel untuk menjadi sekda Mamasa, mendukung penuh putera asli daerah Kabupaten Mamasa yang kapabel untuk menjadi Sekda Mamasa. Tetap berada dalam barisan NKRI, pada konsep pemberdayaan masyarakat lokal, sesuai undang-undang otonomi daerah,” kata Ernesto Randa saat membacakan pernyataan sikapnya, di ruang aspirasi DPRD Mamasa kemarin.

Menurut Ernesto, pernyataan sikap yang dibacakan dalam aksi yang ia sebut aksi 2711 ini didasari dengan maklumat konsultasi Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa (PPGTM) yang dilaksanakan pada tanggal 27-29 Oktober 2018. Menyatakan, dalam proses seleksi pejabat sekretaris daerah, maka PPGTM menyatakan mendukung kader gereja yang kapabel, yang ikut dalam seleksi.

Selain itu, juga berdasarkan kesimpulan audiens di kantor Sinode Gereja Toraja Mamasa pada tanggal 28 November 2018, yang dihadiri oleh unsur pengurus pusat GTM, majelis pertimbangan GTM, pengurus PPGTM, pengurus kaum bapa GTM, tokoh pemuda dan senior GMKI Cabang Mamas, serta tokoh masyarakat.

Sementara itu, Ketua Kimisi I DPRD Mamasa Eli Sambominanga mengatakan, seleksi pengisian jabatan sekretaris daerah Kabupaten Mamasa sedang berjalan sesuai koridor dan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Sehingga pihak DPRD tidak memiliki kapasitas untuk menginterpensi tim seleksi yang ada. Meski begitu, pihak DPRD Mamasa akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak eksekutif dalam hal ini Bupati Mamasa.

“Proses seleksi ini berjalan sesuai aturan yang ada. Sehingga kami tidak bisa mengintervensi tim seleksi yang tengah menjalankan proses ini,” katanya. (sam/sol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *